Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Viral, Viral: Tradisi dan Ritual Sebelum Perayaan Imlek 2023

Tradisi Turun Temurun

Info Viral: Beragam tradisi dan persiapan mulai dilakukan masyarakat Tionghoa di Indonesia untuk menyambut Imlek. Beragam persiapkan tersebut tidak terlepas agar momen Imlek bisa berlangsung dengan bermakna dan Khusuk.

Beberapa dari tradisi Imlek ini telah diturunkan dari generasi ke generasi. Tak sebatas hiburan, setiap tradisi yang kerap muncul saat sebelum Imlek memiliki makna yang cukup mendalam. Dikutip dari China Highlights, berikut tradisi yang kerap muncul menjelang Imlek.

Viral: Ini Beberapa Pantangan Saat Merayakan Imlek

Satuviral

Tradisi Imlek- Satu Viral – SATUVIRAL
Tradisi Imlek

Membersihkan Rumah Bersama Keluarga

Biasanya orang Tionghoa sebelum Tahun Baru Imlek membersihkan rumahnya secara menyeluruh. Pembersihan ini dilakukan sebagai bentuk membersihkan nasib buruk tahun sebelumnya.

Kegiatan pembersihan juga mempersiapkan rumahnya untuk keberuntungan. Selain itu, penggunaan warna merah sebagai ornamen melambangkan keberuntungan dan dapat mengusir roh jahat dan hal-hal negatif.

Viral: Sambut Imlek, Warga Solo Berebut Kue Keranjang di Grebeg Sudiro

Satuviral

Membersihkan Klenteng dan Memandikan Patung Dewa

Bersih-bersih klenteng ini menjadi simbol penyucian diri umat sebelum memasuki Tahun Baru Imlek. Biasanya dilakukan seminggu sebelum perayaan Imlek. Tujuannya agar semua kejelekan luntur dan hati serta pikiran bisa kembali menjadi bersih.

Umat Budha atau Konghucu yang biasanya melakukan bebersih klenteng. Mereka melakukan beramai-ramai. Bukan hanya bangunan Klenteng, umat juga membersihkan patung-patung Dewa Dewi.

Bersih Klenteng- Satu Viral – SATUVIRAL
#image_title

Tahun ini, menurut kalender cina, pembersihan klenteng dilakukan pada tanggal 25 Cap Ji Gwee yang jatuh pada hari Senin (16/1/2023). Pembersihan klenteng dimulai pagi hingga siang hari pada satu hari setelah Ritual Toa Pek Kong naik.

Altar dan arca dibersihkan dengan hati-hati karena sebagian besar rupang terbuat dari logam dan kuningan. Tak lupa, lilin, dan hio atau dupa pun juga diganti dengan yang baru.