Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Viral, Viral: Benarkah Quite Quitting Bermanfaat Untuk Kesehatan Mental Gen Z ? 2023

Info Viral: Fenomena quiet quitting kini menjadi tren di tempat kerja. Kebiasaan ini banyak diterapkan kalangan generasi Z dan Milennial kelahiran tahun 1993 ke atas. Apa itu quiet quitting dan mengapa gen Z melakukannya ? Apa manfaat quit quitting untuk kesehatan mental?

Quiet quitting kini menjadi tren setelah heboh di media sosial, khususnya di TikTok. Dalam terjemahannya quiet quitting berarti berhenti diam-diam. Tapi, jangan salah, definisi ini sebenarnya bukan tentang berhenti diam-diam dari kantor.

Viral: Video Pornonya Tersebar, Ketua DPRD PPU Laporkan Wanita dalam Video ke Polisi

satuviral

Fenomena Quit Qutting- Satu Viral – SATUVIRAL
Fenomena Quit Qutting

Arti sederhananya adalah bekerja seadanya. Pekerjaan tidak boleh sampai merenggut kebebasan hidup, tidak lembur dan gila-gilaan bekerja. Apalagi membawa rutinitas pekerjaan sampai ke rumah. 

Ya namanya kerja Sob, dan tentunya hanya dilakukan pada saat jam kerja atau dikantor, tidak dibawa pulang. Para milenial dan gen Z menganggap orang bekerja sesuai dengan posisi dan tanggung jawab pekerjaan yang diembannya. 

Berdasarkan wikipedia generasi milenial adalah mereka yang lahir sejak awal 1980 hingga 1995. Sementara generasi Z adalah mereka yang lahi rsetelah tahun 1995 hingga 2009. Generasi Z biasa disebut generasi teknolkogi karena lahir saat perkembangan teknologi sudah maju.

Dengan begitu, pekerja dapat menyeimbangkan antara bekerja, hidup dan bermain.  Fenomena quiet quitting tersebut menentang anggapan bahwa pekerjaan harus mengambil alih hidup seseorang dan anggapan karyawan harus melampaui tanggung jawab pekerjaannya.

Namun sayangnya, bagi generasi X dan Baby boomers, fenomena ini dianggap mengancam perusahaan. Para pemegang quit quitting dianggap pemalas. Karena cenderung bekerja secukupnya untuk menghindari stres,.

Selain itu, fenomena quiet quitting juga membuat karyawan kurang gigih dalam bekerja dan mengutamakan kehidupan pribadinya. Dengan demikian, karyawan milenial dan generasi Z saat ini berusaha menghindari hambatan mental yang menyertai pekerjaan mereka sehari-hari.